Suara deritan seperti suara kuku yang digoreskan pada papan tulis, kerapkali membuat bulu kuduh berdiri serta bergidik. Nada itu seakan tak mampu untuk lama-lama didengar lantaran cukup terasa menyayat di pikiran. Dampak merinding ini sudah diungkap pemicunya lewat suatu riset di Eropa. Peneliti memperoleh kesimpulan bahwa hal semacam itu di pengaruhi oleh rentang frekwensi nada.
Diambil dari laman National Geographic Indonesia, peneliti dari Universitas Cologne (Jerman) serta Universitas Vienna mencoba menghimpun data dari beberapa peserta. Mereka disuruh mendengarkan rekaman nada goresan kuku pada papan tulis. Beberapa peserta diminta untuk menilai ketidaknyamanan yang dihadapi sambil mengkalkulasi tingkat stress yag terwujud mealui tekanan darah, detak jantug, sampai keringat.
Dengan hal tersebut tersingkap bahwa nada yang nyaman didengarkan manusia ada di rentang saat tertentu yag bisa diamplifikasi oleh saluran telinga. Nada itu jadi cukup keras untuk yang mendengarkannya di banding nada lain.
Ada kemungkinan nada goresan kuku dipapan tulis jadi tak nyaman didengarkan karena lebih keras terdengar bagi seseorang. Nada itu langsung kena di titik pendengaran manusia serta diposisikan lebih keras dari nada lain oleh telinga.
Hasil unik yang lain yakni peserta lebih tersiksa waktu mereka tahu bahwa nada yang didengarkannya yaitu derit dari gorekan kuku pada papan tulis. Sementara peserta yang belum tahu penyebab timbulnya nada, sedikit lebih nyaman.

0 comments:
Post a Comment