Dalam diri manusia, ada peperangan batin yang dikarenakan oleh timbulnya bisikan setan serta bisikan malaikat dengan cara bersamaan. Pada tiap-tiap hal yang seorang kerjakan, kebaikan serta keburukan bakal senantiasa berperang dalam batinnya hingga ia mati. Dalam kisah Abdullah, Rasulullah SAW mengemukakan sabda mengenai bisikan hati, kalau setan serta malaikat memiliki bisikan-bisikan yang diperuntukkan dalam diri seorang untuk memperoleh kemenangan batin.
Beginilah langkah membedakan bisikan setan serta bisikan malaikat dalam Islam.
1. Pertama, seseorang harus berdoa pada Allah memohon perlindungan agar terhindar dari godaan setan. Dengan cara mengetahui godaan setan lebih dulu, diikuti dengan rasa takut akan terjerumus ke dalamnya, serta lantunkanlah dzikir Allah secata terus menerus dalam mulut dan hati supaya setan tidak memiliki ruang untuk godaannya. Bisikan setan itulah yang disebut nafsu dan bisikan Allah disebut ilham. Dalam bisikan setan terdapat perasaan yang tidak baik, seperti emosi yang membabi buta. Semangat membabi buta semacam itu hendaknya dijauhi karena akan berujung dosa.
Kedudukan Allah dalam memberikan bisikan pada manusia adalah sebagai penasehat saja, sehingga bisikan itu sesekali saja melintas. Sedangkan bisikan hati nurani yang berulang-ulang akan disampaikan oleh malaikat perantara-Nya. Apabila bisikan-bisikan itu menyangkut masalah dasar iman dan amal batin, maka bisikan itu datang dari-Nya. Jika yang dibisikkan dalam hati seseorang adalah tentang amal-amal lahiriah, bisikan itu datang dari malaikatNya.
Bisikan hati nurani haruslah disertai dengan mata hati. Berdoalah memohon kepada Tuhan agar mata hati kita dibukakan tentang hal-hal yang tercela supaya kita mampu menghindari jalan menuju kesana. Karena mata hati yang jernih tidak akan menghalangi pandangan mata kita terhadap pahala-pahala yang sudah Allah siapkan. Rajinlah berdoa memohon kepada-Nya, supaya Ia menjernihkan pandangan mata hati kita sehingga kita tahu bagaimana cara membedakan bisikan setan dan bisikan malaikat.

0 comments:
Post a Comment