f t Benarkah CoC Ditutup?, Apa Jadinya?

BLOG CETAR MEMBAHENOL

Thursday, 3 March 2016

Benarkah CoC Ditutup?, Apa Jadinya?

Diakhir Januari 2016 lalu beredar berita ramai yang menuturkan mobile game fenomenal garapan Supercell CoC ditutup per 29 Februari 2016.

Benarkah CoC Ditutup?, Apa Jadinya?

Sudah pasti berita ini hanya hoax semata. Bahkan juga satu diantara staf Supercell sendiri segera mengklarifikasi kebohongan berita itu. Hal semacam ini diperkuat oleh realita kalau sesudah lewat dari tanggal yang diduga, CoC tetap masih dapat dimainkan di Android maupun iOS.

Kurang lebih, apa yang berlangsung kalau server CoC ditutup? Memperhatikan beragam komentar dari artikel mengenai CoC sebelumnya, berikut adalah tiga hal yang bisa jadi pertimbangan Anda.

1. Jual Akun
Benarkah CoC Ditutup?, Apa Jadinya?


Tampil sebagai gim (game) strategi berbasis perang, CoC membutuhkan kemampuan analisis dan strategi matang dari pemainnya untuk mampu memenangkan piala dan tentu saja menaikkan level Town Hall (TH).

Wajar jika banyak clasher -- sebutan pemain setia CoC -- mengalami kesulitan memainkannya dan mengambil jalan pintas dengan membeli akun clasher lain.

2. Bikin Private Server
Benarkah CoC Ditutup?, Apa Jadinya?



Hal berikutnya yang dapat dilakukan bila memang benar CoC ditutup adalah membuat server sendiri atau lebih dikenal dengan istilah private server.

Beroperasi secara terpisah dari online server milik Supercell, private server ini menghadirkan berbagai keuntungan bagi para clasher yang masih ingin memainkan gim ini. Lewat server ini, clasher bisa mendapatkan banyak Gems dan Resource (Gold, Elixir, dan Dark Elixir) tanpa harus membelinya.

3. Main Gim Lainnya


Tidak bisa dimungkiri, CoC memang merupakan salah satu gim mobile terpopuler saat ini. Ketika dirilis, CoC langsung menduduki posisi pertama sebagai gim yang paling banyak diunduh dan sebagai gim top-grossing sepanjang masa di Android dan iOS. (liputan6,com)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Benarkah CoC Ditutup?, Apa Jadinya?

0 comments:

Post a Comment