Berhubungan intim saat malam hari, haruskah langsung mandi junub? Mandi junub, mandi besar, atau mandi wajib memanglah harus dikerjakan disaat seseorang muslim/muslimah tengah dalam kondisi tubuh yg tidak suci. Umpamanya sesudah lakukan hubungan intim. Lantaran mandi junub hukumnya wajib, jadi apabila hubungan intim dikerjakan saat malam hari, mandi junub bisa dipending serta dikerjakan esok harinya. Serta baiknya ditukar dengan berwudhu.
1. Mandi junub yang disebabkan karena mimpi basah dan keluarnya air mani
Niat ini dimohonkan untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah.
2. Mandi junub karena haid
Niat ini dimohonkan untuk menghilangkan hadats besar dari haidl.
3. Mandi junub karena nifas
Niat ini dimohonkan untuk menghilangkan hadats besar dari nifas.
Mandi Wajib dengan Tata Cara yang Benar
Niat saja ternyata tidak cukup. Mengetahui tata cara mandi wajib juga penting bagi umat Islam. Berikut adalah cara mandi wajib yang benar:
• Telapak tangan perlu dibilas dan dibersihkan sebanyak 3 kali, lalu bercebok membersihkan kemaluan dan kotoran di sekitarnya mengunakan tangan kiri.
• Setelah kemaluan dicuci bersih, cucilah tangan dengan menggunakan tanah atau sabun.
• Berwudhulah seperti saat ingin ibadah shalat.
• Guyurkanlah air ke kepala sebanyak 3 kali hingga sampai ke pangkal rambut.
• Kepala bagian kanan dicuci terlebih dahulu, baru setelah itu kepala bagian kiri.
• Membersihkan rambut dengan cara menyelakan jari jemari di antara rambut.
• Guyurlah seluruh badan mulai dari bagian kanan, lalu ke badan bagian kiri.
Tata cara urutan mandi wajib diatas tidak boleh salah. Nabi Muhammad menyarankan untuk melakukan mandi junub dengan tertib seperti beliau.
Ditambahkan oleh HR At-Tirmidzi, dalam mandi junub, menyela pangkal rambut hanya dilakukan oleh kaum laki-laki. Sedangkan pada perempuan, cukuplah dengan mengguyur kepalanya sebanyak tiga kali lalu menggosoknya tanpa membuka uraian rambutnya yang diikat. Karena Rasulullah bersabda, jalinan rambut pada perempuan cukup kuat, maka dari itu ia tidak boleh mengurainya, cukup dengan mengguyurkan air saja sebanyak tiga kali.
Selain itu, jangan sampai melewatkan bagian tubuh yang tersembunyi seperti, pusar, bawah ketiak, lutut, dan sebagainya. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah, barangsiapa yang dalam jinabatnya melewatkan bagian tubuh yang seharusnya dialiri oleh air, maka ia akan mendapat perlakuan-perlakuan dari api neraka.
Jadi, bagi para pasangan suami istri yang masih bertanya-tanya, hubungan intim pada malam hari, haruskah mandi junub? Tidak. Mandi junub dapat ditunda tetapi diganti dengan sikap wudhu yang sempurna untuk menyucikan diri kembali.

0 comments:
Post a Comment